UEFI sebagai Pengganti BIOS



Bagi pengguna komputer tentunya sudah tidak asing lagi dengan BIOS. BIOS adalah singkatan dari Basic Input-Output System, yang merupakan sebuah sistem operasi jamannya IBM dan terkenal dengan kemampuannya men-setting hardware dan memiliki tampilan grafis sangat amat sederhana.

BIOS kita pergunakan saat kita ingin mengetahui konfgurasi hardware atau ingin mengubahnya, misalnya pada saat ingin mengubah urutan booting.

BIOS telah lama digunakan dalam industri PC, yakni semenjak IBM PC dirilis pada tanggal 21 Agustus 1981. Jadi saat tulisan ini dibuat, BIOS sudah berumur 30 tahun!! Mungkin pada jaman dulu, BIOS masih cukup untuk melayani prosesor 16 bit, RAM 1 Mb, dsb... Namun dengan teknologi sekarang yang berkembang cepat dan RAM yang semakin meningkat, BIOS tetap saja tidak berubah semenjak 30 tahun lalu.

Karena BIOS masih berjalan pada modus real (real-mode) yang lambat, maka para desainer PC bersepakat untuk mengganti BIOS dengan yang lebih baik dari BIOS yaitu EFI (Extensible Firmware Interface) yang diturunkan dari arsitektur IA-64 (Itanium). (Dikutip dari id.wikipedia.org)

Nah, EFI inilah yang akan menjadi cikal bakal UEFI.

Jadi, EFI itu sangat berbeda dengan BIOS. EFI memiliki fungsi yang lebih luas sebelum sistem operasinya loading, bisa ditambah kode atau driver sendiri, bisa dijalankan di banyak platform, bisa ditulis di bahasa C dan bukan Assembly seperti BIOS, portable, dst.

Intel mengembangkan EFI namun hanya berakhir di versi 1.10 dan kemudian menyerahkannya ke sebuah forum UEFI (Unified EFI) yang anggotanya adalah produsen-produsen kelas kakap di bidang komputer (AMD, Apple, Dell, dsb).

Forum ini kemudian di tahun 2007 merilis UEFI (Unified Extensible Firmware Interface) versi 2.1 dan tahun 2009 merilis versi 2.3 yang dipakai sampai sekarang.



Struktur UEFI

Keunggulan-keunggulan UEFI adalah:
1. Drive Size Limits
UEFI memiliki GPT (GUID Partition Table) yang bisa menggantikan MBR (Master Boot Record) yang memiliki keterbatasan membaca partisi hardisk maksimal 2 TB saja. Dengan semakin berkembangnya komputer dan memori, saat ini sudah ada hardisk dengan kapasitas 3 TB yang muncul. Oleh karena itu, GPT dibutuhkan.

2. Pre-Boot Networking
UEFI sudah menyediakan protokol IPv6 yang nantinya akan menggantikan IPv4

3. Pre-Boot Application
Kita bisa mengakses aplikasi bahkan sebelum booting, seperti aplikasi sistem diagnosis, live update, system recovery, dsb.

4. GUI yang lebih baik
Meskipun mungkin interface pada pre-boot tidak terlalu penting, tetapi hal ini berpengaruh pada kenyamanan karena bisa diakses menggunakan mouse ataupun touch screen, tidak seperti BIOS yang hanya diakses dengan arrow keys dan beberapa tombol keyboard.

Tampilan UEFI

gambar interface uefi http://thetechjournal.com
gambar logo uefi dan struktur en.wikipedia.org

Tentang Aer Puteh

Aer Puteh adalah blog tentang teknologi informasi. Silakan melihat-lihat artikel kami.
Saran, kritik, masukan, atau komentar sangat terbuka. Kontak ke vikachew@gmail.com.
Silakan follow blog ini atau subscribe lewat email, linknya ada di bawah :)
Lihat profil Aer Puteh di Blogger
Lihat profil Aer Puteh selengkapnya

Enjoy!!

Tukeran Aer

Silakan link Aer Puteh, atau tampilkan chickletnya dengan copy kode di bawah ke blog atau web kamu :)
Aer Puteh

Follow by Email

Followers

Area Maen Aer

Free chat widget @ ShoutMix

Film - film S8

vikachew09